Kamis, 22 Desember 2016

Kisah cinta Gadis manis (1)



 Di Sore hari yang cerah seorang gadis yang bernama manis sedang berjalan menikmati suasana sore hari di taman yang berada di komplek perumahan tempat ia tinggal. Hari itu dia merasa bosan dan mencoba untuk keluar mencari udara segar di taman. Dengan gaun pendek berwarna coklat yang dia gunakan terlihat manis sekali, rambutnya panjang terurai membuat dia terlihat anggun. Kulitnya yang kecoklatan dan rambutnya hitam terurai dia terlihat cantik seperti bunga-bunga mawar yang ada di taman itu. 

Ketika sedang duduk di kursi taman tengah menikmati suasana yang indah tiba-tiba dia dikagetkan oleh seorang pria yang tiba-tiba duduk di sebelah gadis manis.
“cuaca sore ini cerah sekali yaa” ucap pria itu dengan suara sedikit keras sambil menoleh ke arah gadis manis. Namun si gadis hanya membalas dengan senyum tanpa menjawab ucapan si pria tampan itu.
“bolehkah saya mengetahui namamu?” ucap si pria untuk yang kedua kalinya, namun kali ini dia tidak menoleh ke gadis manis, ia menanyakan nama si gadis manis sambil memperhatikan kupu-kupu yang hinggap di bunga yang ada di depannya. Lalu si gadis menjawab dengan singkatnya dan sedikit menunjukan wajah kebingungan, “ Manis” jawab si gadis.
“ya saya tahu bunga mawar merah itu terlihat manis” ucap si pria sambil menunjuk ke arah bunga mawar merah yang ada di samping si gadis. Namun si gadis semakin kebingungan dengan si pria tersebut.
“perkenalkan saya Wijaya, bolehkah saya mengetahui namamu?” ucap si pria dengan nada berharap agar si gadis mau memberi tahu namanya.
“Manis” jawab si gadis dengan ekspresi heran sambil menatap wajah si pria.
Si pria merengutkan keningnya sembari tersenyum tipis dan menoleh sambil menatap wajah si gadis lalu berkata “saya tahu kau manis seperti bunga mawar merah itu, tapi yang saya tanyakan siapa namamu? Jika kamu tidak ingin memberi tahu namamu tak mengapa, saya hanya ingin mengenalmu. Kalo begitu saya akan memanggilmu gadis manis, karna kamu tidak memberi tahu namamu.” Ucap si pria dengan nada lembut sembari tersenyum.
Si gadis tertawa karena dia baru menyadari ternyata pria yang ada di sampingnya itu sudah salah paham. “kau sudah tahu namaku, kau tepat memanggilku manis, namaku adalah Manis” ucap si gadis dengan wajah ceria dan merasa lucu akan kesalahpahaman tersebut.
Si pria memasang ekspresi kaget namun sembari tersenyum “wah betul yang saya ucapkan, sebelum saya mengetahui namamu adalah manis, saya sudah melihat bahwa kau itu memang manis. Namamu mencerminkan dirimu, Manis” ucapa si pria kepada si gadis dengan ekspresi merayu si gadis.
Namun si gadis hanya membalas dengan senyuman, tanpa perduli lagi dengan pria yang duduk di sampingnya itu. Hari sudah semakin sore, si gadis beranjak dari kursi tersebut “hari sudah semakin sore saya akan pulang, permisi” ucap si gadis sambil meninggalkan pria tampan itu.
“a..a.. baiklah” jawab si pria dengan gugup ketika si gadis meninggalkannya di kursi tersebut.
Bersambung...

2 komentar: