Selasa, 06 Juni 2017

Rindu

 

Hanya diam dan sendiri, memendam sebuah rasa dan rindu yang kian menjadi. Tiada satu pun yang bisa untuk menggantikan, tiada satu pun yang mampu untuk menghentikan. Ini hanya akan terobati walau sekedar bertemu tanpa sapa pun tak apa. 

Jika saja ada satu kesempatan untuk kembali pada waktu itu, aku hanya tidak akan sedikit pun berpaling darimu, aku hanya akan memberi waktu lebih lama untuk menatap kedua bola mata yang sungguh hingga kini masih saja merasuk di dalam hati. 

Tapi ada yang lebih aku sesalkan, jika saja dapat kembali pada waktu yang pernah kita lewati, aku hanya tidak akan untuk memberanikan menatap lebih lama kedua bola matamu dan aku yakin rasa ini tidak akan pernah ada untukmu.
Aku tidak pernah menginginkan seperti ini, tapi salahkah jika aku mengikuti kata hati yang selalu saja memberatkan pada sebuah keadaan. Keadaan yang sungguh tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, seketika berubah tanpa kompromi. Hati mana bisa dibawa untuk berkompromi?

Sebelumnya, rasa ini adalah rasa biasa-biasa saja, hati ini hati yang tak pernah bahagia melihatmu, hati yang tak pernah merindu pada setiap senyum, canda, tawa dan tatapmu. Tapi semua berubah karena caramu, caramu meluluhkan hati yang sedang tak ingin jatuh mencinta.

 

0 komentar:

Posting Komentar