Hanya
diam dan sendiri, memendam sebuah rasa dan rindu yang kian menjadi. Tiada satu
pun yang bisa untuk menggantikan, tiada satu pun yang mampu untuk menghentikan.
Ini hanya akan terobati walau sekedar bertemu tanpa sapa pun tak apa.
Jika
saja ada satu kesempatan untuk kembali pada waktu itu, aku hanya tidak akan
sedikit pun berpaling darimu, aku hanya akan memberi waktu lebih lama untuk
menatap kedua bola mata yang sungguh hingga kini masih saja merasuk di dalam
hati.
Tapi
ada yang lebih aku sesalkan, jika saja dapat kembali pada waktu yang pernah
kita lewati, aku hanya tidak akan untuk memberanikan menatap lebih lama kedua
bola matamu dan aku yakin rasa ini tidak akan pernah ada untukmu.
Aku
tidak pernah menginginkan seperti ini, tapi salahkah jika aku mengikuti kata
hati yang selalu saja memberatkan pada sebuah keadaan. Keadaan yang sungguh
tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, seketika berubah tanpa kompromi. Hati
mana bisa dibawa untuk berkompromi?
Sebelumnya,
rasa ini adalah rasa biasa-biasa saja, hati ini hati yang tak pernah bahagia
melihatmu, hati yang tak pernah merindu pada setiap senyum, canda, tawa dan
tatapmu. Tapi semua berubah karena caramu, caramu meluluhkan hati yang sedang
tak ingin jatuh mencinta.
0 komentar:
Posting Komentar