Senin, 18 November 2019

April 2019


Aku bahagia telah mengenalmu, ada beberapa pelajaran hidup yang belum pernah aku temui sebelumnya, ada kenangan indah yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Dan kau tahu? Semua itu meninggalkan bekas dan luka yang menyayat hati, namun manis.
Hati yang lemah dan mendambakan sosok laki-laki dewasa yang mampu menerima segala manja dan rewelnya aku. Memang itu yang aku cari, aku rasa kamu adalah sosok yang tepat untuk mencurahkan semua itu. Hingga dengan begitu mudahnya aku menaruh hati dan berharap kepadamu.Dan lucunya, di hadapanmu aku malu menatap wajah dan matamu itu. Bukan itu yang aku inginkan, kau tahu tidak? Ingin rasanya aku memeluk erat tubumu, mencium pipimu dan bersandar di bahumu. ingin rasanya menghabiskan setiap malam denganmu, dengan segala curahan hati dan rewel manjanya aku.Ya Allah...Bolehkah tubuh dia saja yang aku peluk erat?Bolehkah pipi dia saja yang aku cium?Bolehkan telinga dia saja yang akan mendengarkan segala curahan hati dan rewelnya aku?Bolehkah bahu dia saja yang aku jadikan sandaran?Dan bolehkan sosok dia saja yang menemani sisa hidupku?

Tolong jangan meragukan rasaku ini. Aku sungguh tulus mencitaimu, aku siap menemani dalam susah dan senangmu.Sayang.. mungkin di hadapanmu aku tak berani menatap mata dan wajahmu. Tapi, di hadapan Tuhanku, aku terang-terangan memintamu.Sayang.. mungkin aku terlihat cuek, tapi jauh di lubuk hatiku, aku begitu mencintaimu dan paling lantang memperbincangkan namamu di hadapan Tuhanku.Ada rasa yang tak biasa dari cerita-ceritaku pada masa sebelumnya. Hanya dengan melihatmu saja aku sudah bahagia. Maka, aku ingin setiap hari bisa merasakan itu. Suatu hari nanti yaaa?  I wish...

Continue reading April 2019