Selasa, 06 Juni 2017

Perasaan Dan Perbedaan

 



Kau hadir tanpa aku duga, tanpa kita sengaja, tidak ada rasa cinta sebelumnya tapi kau seperti menanam benih-benih yang akan tumbuh mekar dan ternyata benar, ia tumbuh mekar di dalam sanubari di setiap berjalannya waktu, tumbuh mekar menemani di setiap detak jantung yang disirami oleh setiap sapamu dan dipupuki oleh kenyamanan yang tak pernah ada sebelumnya. Meskipun kau dan aku jauh berbeda tapi ternyata perbedaan ini telah memberi pengalaman indah yang tak akan pernah ku melupakannya, sungguh suatu keadaan yang tak ingin aku mengakhirinya. 

Kini aku masih mengingat tentang kita, tentang keberakhiran suatu harapan. Harapan yang muncul saat pertama kau sebut namaku, saat pertama kau tatap mataku dan aku menatap matamu dengan penuh ragu. Aku masih ingat saat betapa pemalunya aku di hadapanmu, tertunduk diam duduk dan berharap aku mampu membuatmu jatuh cinta karena aku tidak sanggup saat harus merasakannya sendirian. 

Perbedaan yang tak biasa ini membuat aku mengerti betapa cinta tak kenal apapun, betapa aku tak perduli tentang perbedaan kita. Aku merasa Tuhan menghadirkanmu di hidupku untuk memberi arti lain, untuk sedikit merubah setiap langkah hidupku yang kau berhasil melakukannya. Aku sadar akan perbedaan kita, tapi apakah salah untuk rasa yang aku punya?
Suaramu mengapa begitu membuatku merasa semakin percaya bahwa kaulah yang selama ini aku nanti? Tatap matamu mengapa begitu membuat aku luluh dan kehabisan kata?
Sedari awal aku tak pernah bisa percaya pada lelaki sepertimu untuk jatuh cinta pada wanita sepertiku, namun salahkah jika aku menganggap perhatianmu sebagai rasa yang ingin kau suguhkan kepadaku?

Aku semakin tak percaya tentang apa yang kau tunjukkan kepadaku hingga membuat aku merasa seperti wanita yang paling bahagia.
Aku semakin tak perduli tentang perbedaan ini, cinta ini sungguh adanya, sayang ini benar adanya, ketulusan ini sungguh adanya, keseriusan ini yakin niatnya. Sudah sejauh itukah aku? Aku tak perduli tentang usiamu, pekerjaanmu, statusmu. Akupun tak melihat setiap gemerlap yang kau gunakan, setiap kemewahan yang kau miliki. Aku sering mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut orang-orang yang tak mengerti akan aku dan kau, seakan meragukanku atas rasa yang kupersembahkan untukmu, sungguh itu tak sedikitpun merubah rasaku untukmu. 

Aku seperti memiliki sandaran yang bisa aku gunakan dikala aku membutuhkannya, aku seperti memiliki tempat yang nyaman untuk aku yang belum terlalu mengerti tentang semua ini, seakan kau yang akan berada di sampingku dengan kedewasaanmu yang membuatku tenang.
Sudah sejauh itukah aku padamu?
Kakanda...

0 komentar:

Posting Komentar