Selasa, 06 Juni 2017

Kau hadir dengan kedewasaanmu yang mampu membuat aku merasa tenang dan nyaman



Malam ini aku teringat tentang semua yang telah kita lalui dan hanya bisa ku ungkapkan melalui tulisan ini. Meskipun tak lama tapi sungguh hingga kini masih selalu aku rindukan, aku teringat betapa bahagianya dulu saat kau mampu meluluhkan hati yang masih belum mengerti tentang cinta, hati yang masih kosong yang belum pernah merasakan sebahagia seperti yang kau buat.
Aku teringat betapa manisnya setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, betapa lembut dan menenangkan suaramu, betapa indah senyummu yang mampu meluluhkan hati yang hingga kini kau masih menempatinya. Betapa aku bahagia dengan setiap perlakuanmu untukku, betapa banyak hal yang tak terduga yang kau ciptakan dalam hidupku dulu. Kau hadir dengan kedewasaanmu yang mampu membuat aku merasa tenang dan nyaman, begitu banyak pelajaran hidup yang aku dapat ketika aku bersamamu, sekarang aku mengerti tentang mencintai, seperti inilah rasanya.
Awalnya aku tak setuju tentang “Cinta tak harus memiliki” karena rasanya seperti ini, selalu merindu yang tak pernah terobati. Bukankah Cinta adalah untuk saling melengkapi dan membahagiakan, lalu jika tidak bersama pantaskah dibilang cinta?. Cinta tak harus memiliki itu rasanya berat sekali, apalagi jika rindu itu sudah datang tak ada yang mampu menahannya, menahan setiap rasa sakit dan perih.
Tapi ternyata tak semua yang kita cintai harus pula kita miliki, meskipun orang yang dicintai tidak bersama kita, tapi mencintai itu kan dengan hati. Yang namanya cinta itu ketika sosoknya tidak kita miliki tapi di hati masih mencinta. Jika mencintai harus memiliki dan ketika tidak memiliki tidak lagi cinta, itu namanya bukan cinta. Cinta itu tulus dan ikhlas meski pernah dikhianati. Bukan berarti bodoh ketika telah dikhianati masih mencintai, tapi apakah rasa di dalam hati bisa seketika pergi dan semudah itu hilang? Apa yang bisa kita lakukan untuk sesegara mungkin menghilangkan cinta yang tertanam?, apalagi ketika dia telah memberikan banyak sekali kenangan dan pelajaran dalam hidup.

0 komentar:

Posting Komentar