Malam
ini aku teringat tentang semua yang telah kita lalui dan hanya bisa ku
ungkapkan melalui tulisan ini. Meskipun tak lama tapi sungguh hingga kini masih
selalu aku rindukan, aku teringat betapa bahagianya dulu saat kau mampu
meluluhkan hati yang masih belum mengerti tentang cinta, hati yang masih kosong
yang belum pernah merasakan sebahagia seperti yang kau buat.
Aku
teringat betapa manisnya setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, betapa lembut
dan menenangkan suaramu, betapa indah senyummu yang mampu meluluhkan hati yang
hingga kini kau masih menempatinya. Betapa aku bahagia dengan setiap
perlakuanmu untukku, betapa banyak hal yang tak terduga yang kau ciptakan dalam
hidupku dulu. Kau hadir dengan kedewasaanmu yang mampu membuat aku merasa
tenang dan nyaman, begitu banyak pelajaran hidup yang aku dapat ketika aku bersamamu,
sekarang aku mengerti tentang mencintai, seperti inilah rasanya.
Awalnya
aku tak setuju tentang “Cinta tak harus memiliki” karena rasanya seperti ini,
selalu merindu yang tak pernah terobati. Bukankah Cinta adalah untuk saling
melengkapi dan membahagiakan, lalu jika tidak bersama pantaskah dibilang
cinta?. Cinta tak harus memiliki itu rasanya berat sekali, apalagi jika rindu
itu sudah datang tak ada yang mampu menahannya, menahan setiap rasa sakit dan
perih.
Tapi
ternyata tak semua yang kita cintai harus pula kita miliki, meskipun orang yang
dicintai tidak bersama kita, tapi mencintai itu kan dengan hati. Yang namanya
cinta itu ketika sosoknya tidak kita miliki tapi di hati masih mencinta. Jika
mencintai harus memiliki dan ketika tidak memiliki tidak lagi cinta, itu
namanya bukan cinta. Cinta itu tulus dan ikhlas meski pernah dikhianati. Bukan
berarti bodoh ketika telah dikhianati masih mencintai, tapi apakah rasa di
dalam hati bisa seketika pergi dan semudah itu hilang? Apa yang bisa kita
lakukan untuk sesegara mungkin menghilangkan cinta yang tertanam?, apalagi
ketika dia telah memberikan banyak sekali kenangan dan pelajaran dalam hidup.
0 komentar:
Posting Komentar